LIFE ADVENTURE

Hidup senantiasa berjalan mengikuti alam yang kian tua .

PERGERAKAN MAHASISWA

Selalu butuh aksi untuk suatu perubahan yang lebih baik.

PRASASTI 010

Terlahir dari Himpunan Mahasiswa Administrasi FISIP UNHAS.

KKN KEBANGSAAN Angkatan I

Inspirasi mempersatukan mahasiswa se-Indonesia untuk pengabdian kepada masyarakat.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 31 Mei 2015

CAFE SENJA

Cafe Senja... Cafe Senja...cafe halaman rumahku

Sepenggal karya selalu terlahir dalam nuansa senja di halaman rumahku. Julukan itu muncul tatkala kami (penghuni rumah R43 Perdos UNHAS) mendendangkan lagu dengan lirik cafe senja. Entah sengaja atau tidak namun kata ini sesuai dengan suasana yang ada. Cerita demi cerita yang muncul pertanda kami sadar akan kekurangan dan kelebihan sehingga aku butuh kau dan kau butuh aku. 
Setiap hari, dengan modal seadanya, sebatang lisong hingga segelas kopi mengantar kami dalam dunia dimana curahan pikiran yang menjadi senjata. Dari kisah yang warnanya hitam hingga cerita yang warnanya pink. Walaupun tampak konyol namun sesekali kekonyolan itu yang membuat kami tersenyum dan menghilangkan sejenak beban pikiran yang melekat. Karya pun banyak kami hasilkan, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Kami sadar daya cipta yang baik akan muncul dari suasana yang baik pula. 
Untuk beberapa bulan kedepan mungkin suasana ini tidak lagi ada. Kami punya jalan masing-masing dan tentunya punya impian yang akan digapai. Itu tidak di cafe senja. Tempat ini hanya medan transisi untuk memikirkan cara terbaik untuk meraih semua impian. Semua ini adalah teka teki yang belum diketahui, tapi setidaknya hari ini, kami punya inisiatif itu. 

Cafe Senja... Cafe Senja...cafe halaman rumahku

MELUPA NAMUN TERLUPA


Sajak malam hari selalu bercerita
Situasi dimana kejujuran bisa hadir
Entah pagi ada bohong
Siang dan sore ikut berbohong
namun malam tak bisa bohong dan melupa
karena dia jujur 

Tiba-tiba hendak diri untuk melupa
namun diri ini terlupa
Hendak diri untuk melupa
namun hanya luapan resah yang banjir dalam pikiran
Alih-alih mencoba untuk segaja membenci
namun diri ini terlupa
bahwa aku tidak bisa melupa

Diri ini membenci aku
Bahkan semesta ikut membenci aku
alam sadar tak lagi sadar
karena semuanya ikut berdendang
Dendang yang bunyinya sama
ketika diri masih sedang bersamanya

 Masih aku harus mencoba melupa
ketika diri masih ingin berjuang
hingga kontradiksi kian membesar
dan karakter terus berpindah
terdampar pada pulau kosong
dimana hanya diri yang bercermin dengan aku 

Wahai pemilik semesta
bukalah pintu dimana aku hendak melihat solusi
diri lelah melihat cobaan yang diberikan kepada aku
jangan pertentangkan diriku dan aku
karena saya adalah satu
diriku itu adalah aku
akupun adalah diriku


Itulah cerita dalam pemahaman yang terkunci
hendak melupa namun terlupa

Kamis, 22 Januari 2015

BANGSA POST-MATERI

BANGSA POST-MATERI
Engkau sadar, kini bangsamu menampilkan ekspresi kekuasaan modern.
Pilihan menjadi sejahtera adalah dambaan semua negara. Wacana eksklusif mengenai kajian dunia negara maju, negara berkembang, negara terbelakang maupun negara kesejahteraan (middleway) menjadi sebuah ironi dimana semua negara berlomba-lomba menampilkan parodi gerak kearah negara dengan pembangunan kelas atas.  Praktik humanistik tidak dilihat lagi sebagai unsur pembangunan namun berfokus pada orientasi materi sebagai wujud nyata mainstream terbaru. Bentuk kekuasaan modern ini telah memperlihatkan kemewahan yang mendorong politik transaksional.
Kondisi Indonesia dewasa ini, telah memperlihatkan diri sebagai cerminan bangsa yang terjebak dalam dunia materi. Mata hati telah disulap dengan mata uang yang kemudian mengubah cara pandang bangsa terhadap ideologi negara dan juga mempengaruhi people work oriented. Pertama, manusia bekerja dikatakan sebagai hal yang dilakukan hanya untuk memperoleh sesuap nasi dan pemenuhan kebutuhan perut. Kedua, manusia bekerja untuk status, memenuhi status masyarakat agar tidak dikatakan sebagai penganggur. Ketiga, manusia bekerja sebagai sebuah ibadah, dan kewajiban akan tujuan dari cita-cita bersama. Secara empirik, fenomena kerja yang terjadi di Indonesia dominan berada pada kualifikasi satu dan dua, sedangkan untuk kualifikasi ketiga manusia cenderung mengabaikan sebagai sebuah kebutuhan bersama. Apalagai dalam praktik pelaksanaan kekuasaan politik yang terfokus pada the process of political interaction.
Fakta sebagai negara ego materi telah memberikan rantai baru dinamika masyarakat Indoensia. Opini wacana dengan mudah digiring mengikuti kemauan penguasa mata uang. Tercatat hampir seluruh media swasta cetak, elektronik maupun online dimiliki oleh elit partai bahkan ketua partai, dewan partai, dan bahkan menteri. Sehingga wacana yang berkembang akan mengikuti kemauan dari para konglomerasi pemilik media tanpa mempertimbangkan pentingnya muatan wacana yang dilemparkan. Media kemudian menjelma sebagai kekuatan yang bahkan melebihi pemerintah dalam mengubah opini publik untuk kepentingan rating. Gagasan Giddens akan modernitas akhir hanya sebuah utopis. Civil Society kini lebih mudah dijadikan oposisi penentang kebijakan, karena yang berkuasa ialah pemillik media, oknum tunggal sang pemilik mata uang.
 Data yang sempat dijadikan kabar gembira bagi Indonesia dengan diprediksinya Indonesia menjadi 10 kekuatan baru dunia kedepan dengan melihat perkembangan jumlah orang kaya di Indonesia yang bersaing dengan negara maju sekelas Rusia di tahun 2011. Adapun orang mapan dengan penghasilan Rp. 240-500 Juta per tahun mencapai 4 juta orang yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-4 Asia. Namun lagi-lagi, elit bangsa kita terjebak pada dunia angka-angka yang bertopang pada kekuasaan materi. Nuansa negara bukan dijadikan sebagai aktivitas menuju kesejahteraan rakyat namun lebih terasa kearah kumulasi kapital. Jumlah penduduk yang melimpah hanya dijadikan sebagai alat menakut-nakuti negara lain dengan anggapan bahwa  jumlah penduduk besar tentunya Indonesia memliliki daya konsumtif tinggi yang menarik negara lain untuk menjalin mitra dengan Indonesia.    
Dimensi kekuasaan demokrasi pun ikut tergerus kuatnya arus materi. Panggung para sejumlah entitas demokrasi tidak lagi dijadikan sebagai media penyambung aspirasi rakyat. Bilik suara pada pesta pemilu berubah menjadi bilik bercinta para pemilik kepentingan yang tentunya berkantung uang. Pendidikan politik yang seharusnya diajarkan kepada masyarakat hanya membiasakan masyarakat terjebak dalam money politic. Otonomi daerah sebagai wujud pencapaian democratic value yakni terjadinya kemandirian berubah menjadi otonomi politik dimana terjadi tarik-menarik kepentingan politik antara pusat dan daerah. Kepala Daerah didesain sebagai perwakilan pimpinan partai dengan mengutamakan kepentingan partai bukan sebagai perwakilan pimpinan rakyat didaerah yang mengutamakan kepentingan rakyat. Praktik ini, yang seharusnya mendorong political will yang lebih baik yang tidak mengutamakan urusan individu serta regulasi yang lebih matang yang berwujud keadilan sosial.
Sektor jasa pembangunan kualitas manusia yakni pendidikan yang seharusnya menjadi penopang karakter bangsa ikut diperjualbelikan. Anak bangsa tidak lagi tersenyum mendengar kabar telah dibuka sekolah baru, namun berlomba ongkahkan kaki lari meninggalkan sekolah. Tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dalam UUD 1945 hanyalah sebuah angan karena kehidupan kecerdasan hanya mampu dinikmati oleh mereka yang bermateri. Kurikulum tumpang tindih mengikuti kepentingan politik. Anak didik hanya mendengarkan tanpa bisa berbicara karena pendidiknya telah dibungkam oleh selembar kertas. Pendidikan di komersialisasikan mengikuti arus global, tujuan Paolo Freire akan pendidikan membebaskan kini membelenggu.
Masyarakat digiring berkonflik bak boneka mengikuti kepentingan sang majikan hanya demi mengaburkan suatu wacana lain. Premanisme hadir sebagai suatu kebutuhan penting elit-elit penguasa. Aparat keamanan menjadi tontonan dalam memerankan drama pemberantasan preman demi sebuah republik rekayasa. Hak Asasi Manusia bukan bagian dari Manusia yang perlu dipertimbangkan.  Hukum tumpul ke atas dan tajam kebawah kata seorang penyair, toh uang akan mengikuti arah gravitasi.  Materi menjadi panglima sebagai wujud kekuasaan modern.
Terekan pula dalam catatan, praktik mega proyek Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan investasi ratusan hingga ribuan trilliun dengan fokus peningkatan pembangunan ekonomi. Namun praktik yang ada belum benar-benar seluruhnya menjadikan manusia sebagai objek pembenahan tetapi hanya berorintasi pada pembangunan fisik bukan memanusiakan manusia dalam keberadaban. Cita-cita bangsa dalam pancasila bukanlah hal yang memandang materi sebagai fokus utama, namun lebih memperhatikan dimensi kemanusiaan dari rakyat.  Pembangunan wilayah bukan sekedar aspek kumulasi kapital, tapi pembentukan watak penghuninya yang sesuai dengan karakter kemanusiaan.
Bangsa yang ramah, serta berdabad itulah diharapkan sebagai satu idea yang sudah lama ditunggu-tunggu. Hadirnya bangunan mewah, mal-mal, hingga perumahan elit hanyalah sebagai simbol dan sarat akan pencitraan rekayasa namun belum tentu memberikan kenyamana bagi semua penghuninya. Watak cerdas dan penuh etika itu seharusnya menjadi ruh nyata arah pembangunan kedepan. Sesuai dengan salinan argument Immanuel Kant akan dalil moral, Moralitas memiliki nilai moral sejati, karenanya perbuatan harus dikerjakan dengan kewajiban dan kewajiban ini harus kehendak baik dalam dirinya sendiri dengan nilainya melampaui segala hal. Toh, nyatanya semakin banyak orang kaya tidak memberikan jaminan akan kebahagiaan, moral tinggi dan saling toleransi antar masyarakat, tapi pembentukan mental beradab justru akan lebih menjadikan rakyat menjadi paham akan nilai hidup bersama dalam suatu negara. Nilai gotong-royong hanya dimaknai sebagai teori klasik yang sudah kampungan. Seharusnya indonesia kini terpandang mewah dari kerukunan rakyatnya bukan dari materi yang hanya dimilki oleh beberapa elit tunggal. Bukankah ide Plato akan sebuah republik yang menggunakan kata polis itu untuk mencapai keteraturan masyarakat. Sudah saatnya bangsa bergerak kearah World After Material (Money).  

Jumat, 28 Februari 2014

JIWA YANG TERSESAT

JIWA YANG TERSESAT
Oleh : Fahri Ardiansyah T

Mencuri sentuhan mentari pagi hari ini
serasa hangat ketika jemari tak kunjung berhenti menuliskan kata
demi kritik sang tuan di atas
yg tak kunjung henti mencatat sejarah kebiadapan...bagi mereka yang tersesat
mencari jalan keluar yang hilang
menari-nari di atas uang
hingga mereka gila
dan membenturkan kepala di pundak sang ibu
 
hijaunya daun tak lagi berwarna
birunya langit kian memudar
namun justru semangat merah ibarat darah
yang terus terpakai 
terus menghisap bak drakula si legenda
mencari jiwa-jiwa yang berserakan
dan harta yang tersimpan
Untuk perut yang disangka kosong


pidato sang bapak negara ini
menuntut agar mereka kembali
 

Biografi Ahok


Biografi Ahok : Sepertinya untuk saat ini seluruh masyarakat Indonesia tidak asing lagi dengan tokoh pejabat yang satu ini. Pemilik nama lengkap Ir.Basuki Tjahaja Purnama adalah wakil Gubernur DKI Jakarta yang di lantik pada tanggal 18 Oktober 2012. Ahok lahir di Manggar, Belitung Timur 29 Juni 1966 dengan nama Tionghoa Zhong Wanxie. Ahok di karuniai tiga orang putra – putri yang bernama
Nicholas, Nathania, dan Daud Albeenner. Ahok menikah dengan Veronica, S.T.  

Jabatan yang di emban oleh Ahok sebelum di lantik sebagai Wakil Gubernur Jakarta adalah anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat untuk masa kerja 2009-2014. Ketika ia menjabat sebagai anggota DPR, Ahok berasal dari Partai Golkar. Kemudian ia mengundurkan diri ketika mencalonkan diri seiring dengan pencalonannya mendampingi Jokowi dalam Pilgub Jakarta. 

Sebelumnya, Ahok juga menjabat sebagai Bupati Belitung Timur untuk periode 2005-2010. Ahok tercatat sebagai keturunan etnis Tionghoa pertama yang menjabat sebagai Bupati Kab.Belitung Timur. Selanjutnya, Ahok ikut dalam Pilgub guna memperebutkan sebagai orang nomor 2 di Jakarta dengan mendampingi Jokowi, mantan Walikota Solo.  


Pasangan Jokowi – Ahok menjadi pemenang dalam pemilu Gubernur – Wakil Gubernur DKI Jakarta di tahun 2012. Pasangan ini berhasil mengalahkan calon-calon lain dengan meraih suara mayoritas dengan perolehan mencapai 53,82% suara. Bahkan pasangan ini mampu melampoi pesaingnya, Fauzi Bowo.

Biografi Ahok : Lahir

Biografi Ahok : Ahok terlahir dari pasangan Bpk Indra Tjahaja Purnama alias Zhong Kim Nam (Alm) dan Buniarti Ningsih (Bun Nen Caw). Ahok adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ia memiliki tiga orang adik, ialah dr.Basuri Tjahaja Purnama M.Gizi.Sp.Gk (dokter PNS dan Bupati di Kabupaten Belitung Timur), Fifi Lety, S.H, L.L.M (Praktisi hukum), Harry Basuki, M.B.A (praktisi dan konsultan bidang pariwisata dan perhotelan). Ahok merupakan keturunan etnis Tionghoa – Indonesia asli suku Hakka (Kejia).

Sebelum masuk ke bangku kuliah, Ahok menikmati masa – masa kecil di sebuah desa bernama Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Kemudian, Ahok menimba ilmu di kota Jakarta ketika ia menginjak bangku SLTA, berlanjut sampai ia masuk perguruan tinggi.

Biografi Ahok : Pendidikan

Setelah selesai dari SLTA, ia kemudian kuliah di Universitas Trisakti. Ahok menyelesaikan gelar insinyurnya dari Universitas Trisakti. Ia mengambil jurusan Tehnik Geologi dengan memilih Fakultas Tehnologi Mineral. Pada tahun 1989 Ahok di wisuda dan kembali ke kampung halamannya di Belitung.

Ahok kemudian menyelesaikan S-2 di bidang manajemen keuangan dua tahun kemudian di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya Jakarta. Setelah meraih gelar Magister Manajemen Ahok bekerja di PT.Simaxindo Primadaya di Jakarta. PT.Simaxindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pembangunan pembangkit listrik dengan memegang jabatan sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek.  

Sebagai persiapan membangun pabrik miliknya Gravel Pack Sand (GPS), pertama ia mendirikan PT.Nurindra Ekapersada pada tahun 1992. Tiga tahun kemudian, tepatnya 1995, Basuki berhenti sebagai karyawan dari PT.Simaxindo Primadaya. Kemudian Basuki mendirikan pabrik pertamanya di Belitung yang merupakan pengolahan pasir kuarsa di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.  Tercatat lokasi ini ke depannya akan menjadi kawasan industri dan pelabuhan samudera yang lebih di kenal  dengan Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).

Kawasan Industri Air Kelik (KIAK) pertama kali di bangun pada tahun 2004 dengan menggandeng seorang investor asal Korea. Investor tersebut membangun Tin Smelter atau peleburan bijih timah. Sampai saat ini kawasan industri KIAK terkenal karena menyediakan fasilitas komplek pabrik dan pergudangan yang bertaraf Internasional.

Biografi Ahok : Karir

Dunia politik mulai di jajaki oleh Ahok dengan pertama kali bergabung bersama Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB). Partai ini di dirikan oleh Sjahrir (Alm). Dalam Partai PIB, Ahok berperan sebagai ketua DPC Kabupaten Belitung Timur. Kemudian langkahnya di dunia politik semakin mantap karena berhasil terpilih sebagai anggota legislatif DPRD Kabupaten Belitung Timur untuk masa bakti 2004 – 2009.   

Semasa ada kesempatan untuk menjadi Kepala Daerah untuk menjadi Bupati – Wakil Bupati Belitung Timur untuk masa bakti 2005 - 2010. Ahok maju dengan berpasangan bersama Khairul Effendi,B.Sc yang berasal dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK). Pasangan Ahok – Effendi mampu mengalahkan pasangan lain dengan mengantongi suara mayoritas 37,13% suara. Mereka mampu manjadi pasangan dengan suara mayoritas bahkan di wilayah yang awalnya di kuasai oleh Partai Bulan Bintang (PBB). Namun belum lama Ahok menjabat sebagai Bupati Kabupaten Belitung Timur. Ia kemudian menyerahkan jabatannya kepada wakilnya, Khairul Effendi, untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Bangka Belitung pada tahun 2007. Tepatnya Ahok resmi tidak bertugas sebagai Bupati per tanggal 22 Desember 2006.   

Ahok mendapat dukungan penuh dari mantan Presiden K.H Abdurrahman Wahid (Gusdur). Gusdur mendukung penuh langkah Ahok sebagai calon Gubernur Bangka Belitung pada tahun 2007, bahkan Gusdur aktif ikut berkampanye. Sayangnya Ahok masih kalah dari saingannya, Eko Maulana Ali. Ahok juga sempat menulis sebuah buku biografi yang berjudul “Merubah Indonesia”. Sebelum akhirnya Ahok mencalonkan diri pada tahun 2012 sebagi Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan berpasangan bersama Joko Widodo.   

Biografi Ahok : Penghargaan

Langkah Ahok yang secara nyata mampu memberikan karya nyata bagi masyarakat langsung mendapat apresiasi dari beberapa kalangan. Pada tanggal 1 Februari 2007, Ahok menerima penghargaan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari : Masyarakat Transparansi Indonesia, KADIN, serta Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara.

Pelayanan yang di rasakan oleh masyarakat adalah di bidang kesehatan dan pendidikan yang di gratiskan. Apresiasi ini juga sebagai bukti bahwa Ahok telah mengikis kemungkinan korupsi yang bisa saja di lakukan oleh pemerintah daerah karena banyak tunjangan yang harusnya di nikmati oeh pejabat, di alihkan untuk kepentingan pendidikan dan kesehatan masyarakat. Majalah Tempo juga menganugrahinya 10 Tokoh yang mampu mengubah Indonesia.

AT SEMERU (Life is Adventure)






SEJARAH, FALSAFAH, ARTI, TUJUAN SASARAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) KEBANGSAAN

SEJARAH, FALSAFAH, ARTI, TUJUAN SASARAN
KULIAH KERJA NYATA (KKN) KEBANGSAAN


1.      Sejarah KKN Kebangsaan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) muncul dari konsep atas kesadaran mahasiswa sebagai calon sarjana untuk dapat memanfaatkan sebagian waktu belajarnya menyumbangkan pengetahuan dan ilmu yang telah diperolehnya secara langsung dalam membantu memecahkan dan melaksanakan pembangunan di dalam kehidupan masyarakat.
Dari berbagai pengalaman menunjukkan bahwa peranan mahasiswa dalam berbagai kegiatan telah memberikan bukti-bukti serta memperkaya akan arti dan peran mahasiswa sebagai tenaga kerja terdidik dalam berbagai aspek kegiatan pembangunan. Tiga Perguruan Tinggi pada tahun 1971, yaitu Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Andalas (Unand), pada awalnya melaksanakan kegiatan yang merupakan proyek perintis yang dikenal dengan "Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat". Makna dan arti penting yang terkandung dan kegiatan tersebut semakin dipertegas setelah Presiden RI pada acara Dies Natalis UGM bulan Februari 1971 menyatakan antara lain: "………………..agar setiap mahasiswa belajar di Desa dalam jangka waktu tertentu. tinggal dan bekerja membantu masyarakat pedesaan. memecahkan persoalan pembangunan sebagai bahan dari kurikulumnya".
Dirjen Pendidikan Tmggi akhimya berkesimpulan untuk mengembangkan suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa di perguruan tinggi secara nasional, dengan melaksanakan Seminar Nasional di Yogyakarta pada tanggal 17-18 Nopember 1972 yang membahas Proyek Perintis "Pengabdian Kepada Masyarakat" diikuti oleh 13 Perguruan Tinggi dari 3 Universitas Perintis ditambah dengan 10 perguruan tinggi diikutkan pada tahun akademik 1973/1974, dan disepakati kegiatan tersebut diberi nama Kuliah Kerja Nyata. Dengan demikian pertama kalinya program KKN dilaksanakan pada tahun akademik 1973/1974 oleh 13 Perguruan Tinggi, kemudian tahun 1974/1975 diperluas menjadi 15 perguruan tinggi.tahun 1975/1976 menjadi 29 perguruan tinggi. Sejak tahun 1976/1977 semua Perguruan Tinggi Negeri dan sebagian besar perguruan tinggi swasta telah menyelenggarakan KKN.
Pengalaman, pemikiran, dan berbagai informasi yang ada, maupun berbagai hasil evaluasi yang selalu diadakan terhadap pelaksanaan KKN di Perguruan Tinggi Negeri secara ilmiah mengungkapkan bahwa KKN rnemberikan manfaat dalam proses belajar baik bagi mahasiswa maupun masyarakat di dalam menangani dan memecahkan masalah-masalah pembangunan kemasyarakatan. Karena itu KKN sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler bagi mahasiswa program S1 dilaksanakan dalam bentuk pengintegrasian antara kegiatan-kegiatan Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian.serta Pengabdian kepada Masyarakat secara interdisipliner.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perguruan tinggi di Indonesia yang telah menjadikan mata kuliah KKN sebagai mata kuliah wajib, karena kegiatan KKN dirasakan sangat memberikan manfaat kepada mahasiswa, perguruan tinggi, masyarakat dan pemerintah.  Hal ini juga di dorong oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pendidikan Tinggi yang menfasilitasi adanya pelatihan-pelatihan tentang KKN dan Hibah kompetisi untuk kegiatan-kegiatan KKN.  Pengelola KKN di berbagai perguruan tinggi juga aktif dalam mengembangkan berbagai bentuk KKN-PPM dan kerjasama  dengan berbagai pihak, seperti dengan berbagai kementerian, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan swasta, dan juga lembaga-lembaga internasional.
Pelaksanaan KKN sudah menjadi kegiatan nasional, dimana beberapa perguruan tinggi tidak hanya melaksanakan KKN di wilayah lokasi perguruan tingginya, tetapi juga ke berbagai daerah, provinsi dan kabupaten di Indonesia, termasuk ke wilayah-wilayah daerah tertinggal, terpencil dan wilayah perbatasan negara Indonesia.  Antar perguruan tinggi juga sudah terjalin kerjasama untuk melaksanakan KKN Bersama, pertukaran mahasiswa KKN, dll. 
Semangat dalam pengembangan kegiatan KKN dan kolaborasi antar perguruan tinggi tersebut, perlu didukung dan ditindaklanjuti dalam satu wadah kegiatan yang lebih besar dan bersifat nasional, yaitu “KULIAH KERJA NYATA KEBANGSAAN (KKN KEBANGSAAN)”.

2.      Falsafah KKN Kebangsaan

Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan (KKN Kebangsaan) adalah KKN yang dilaksanakan secara nasional oleh perguruan tinggi di Indonesia dengan pendekatan lintas keilmuan pada suatu waktu dan daerah tertentu dengan mengangkat tema yang bersifat strategis. 
Kegiatan nasional ini akan dilaksanakan setiap tahun, dan diharapkan dapat dijadikan salah satu model pembelajaran pendidikan karakter bagi para mahasiswa.  KKN Kebangsaan akan melibatkan berbagai stakeholder (Warga dan Pemerintah Daerah setempat, TNI, Polri, bahkan perusahaan-perusahaan melalui program CSR). Dengan demikian, melalui KKN Kebangsaan ini, diharapkan berbagai pihak diajak bersama-sama peduli membangun daerah sekitarnya menjadi daerah yang lebih baik.

3.  Tujuan

Tujuan pelaksanaan KKN Kebangsaan adalah :
a.       Meningkatkan semangat NASIONALISME dan rasa persaudaraan mahasiswa se Indonesia
b.  Mendorong dan memacu pembangunan nasional dengan menumbuhkan motivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
c.     Meningkatkan peran dan kontribusi nyata perguruan tinggi dan mahasiswa dalam pembangunan nasional
d.       Mengembangkan wawasan, karakter dan soft skill mahasiswa
e.     Menanamkan jiwa dan nilai-nilai kebersamaan, kemandirian, etos kerja dan tanggung jawab

4.  Sasaran

Pada dasarnya kegiatan KKN Kebangsaan diarahkan kepada 3 sasaran, yaitu
a.     Mahasiswa
1)       Membentuk jiwa nasionalisme, persatuan dan kesatuan
2)       Memperdalam pengertian, penghayatan, dan pengalaman mahasiswa tentang ke-bhinneka tunggal ika-an
3)    Mendewasakan pola pikir mahasiswa dalam setiap menganalisis dan menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat secara pragmatis ilmiah.
4)    Membentuk sikap dan rasa cinta, kepedulian sosial, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap kemajuan masyarakat.
5)   Memberikan ketrampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan program-program pengembangan dan pembangunan.
6)       Membina mahasiswa agar menjadi seorang inovator, motivator, dan problem solver.

Dengan mengikuti kegiatan KKN Kebangsaan, mahasiswa diharapkan akan memperoleh pengalaman hidup bermasyarakat dan dapat menerapkan pengetahuan akademik. Keberhasilan program kegiatan diukur dari sejauh mana mahasiswa mempunyai pemahaman permasalahan yang ada dalam masyarakat, mencari alternatif solusinya, melakukan sosialisasi, komunikasi, dan koordinasi dengan berbagai pihak, untuk merealisasikan solusi yang dipilihnya.

b.     Perguruan Tinggi

1)      Perguruan Tinggi lebih terarah dalam mengembangkan ilmu dan pengetahuan, dengan adanya umpan balik sebagai hasil integrasi mahasiswa dengan masyarakat. Dengan demikian, kurikulum perguruan tinggi akan dapat disesuaikan dengan dinamika masyarakat.
2)  Perguruan Tinggi dapat menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah atau lembaga lainnya dalam pengembangan IPTEKS.
3)    Perguruan Tinggi dapat mengembangkan IPTEKS yang lebih bermanfaat dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai masalah di masyarakat.
4)       Sinergi antara PT dalam menjalankan tri-dharma perguruan tinggi dalam rangka transformasi IPTEKS kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

c.      Masyarakat dan Pemerintah

1)    Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga untuk merencanakan serta melaksanakan pembangunan dan pengembangan masyarakat.
2)       Memperoleh pembaharuan-pembaharuan yang diperlukan dalam pemberdayaan masyrakat dan daerah.
3)       Membentuk kader-kader pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.