Rabu, 19 Desember 2012

Dasar-Dasar ADMINISTRASI



Materi Administrasi (Departemen Diklat dan Kaderisasi)
A.    DEFINISI
Administrasi  merupakan suatu proses kerjasama antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama yang dilakukan secara rasional.
Administrasi menurut Trecker (Donovan dan Jakson, 1991:10) bahwa administrasi merupakan suatu proses yang dinamis dan berkelanjutan, yang digerakkan dalam rangka mencapai tujuan dengan cara memanfaatkan secara bersama dan material melalui kordinasi dan kerjasama.

B.     PARADIGMA
Paradigma 1 (1900-1926) dikenal sebagai Paradigma Dikotomi Politik dan Administrasi.
Frank J Goodnow dan Leonard D White dalam bukunya Politics and Administration menyatakan dua fungsi pokok dari pemerintah yang berbeda:
a)    Fungsi politik yang melahirkan kebijaksanaan atau keinginan negara,
b)    Fungsi Administrasi yang berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan negara.
Pemisahan antara politik dan Administrasi dimanifestasikan oleh pemisahan antara badan legislative yang bertugas  mengekspresi kehendak rakyat, dengan badan eksekutif, yang bertugas mengimplementasikan kehendak tersebut. Badan Yudikatif dalam hal ini membantu badan legislatif dalam menentukan tujuan dan merumuskan kebijakan.
Paradigma ini muncul karena adanya ketidakpuasan terhadap trikotomi ala trias politika, dan kemudian menggantinya dengan dua fungsi yaitu politik dan administrasi. Politik sebagai penetapan kebijaksanaan, sedangkan administrasi sebagai pelaksanaan kebijakan.
Paradigma 2 dikenal sebagai Paaradima Prinsip-Prinsip Administrasi
Di awali dengan terbitnya Principles of Public Adminisration karya W F Willoughby, serta tokoh lainnya Gulllick & Urwick. Mereka memperkenalkan prinsip-prinsip administrasi sebagai focus administrasi public.
Perkembangan lebih lanjut banyak pihak yang menolak dikotomi politik administrasi karena administrasi Negara bukanlah tanpa nilai (value-free) melainkan sesuatu yang sarat nilai (value-laden) politik.
Pada paradigma kedua ini pengaruh manajemen Kalsik sangat besar.Prinsip tersebut dituangkan POSDCORB (Planning, Organizing, Staffing, Directing, Cordinating, Reporting, dan Budgeting) oleh Gullick dan Urwick.
Paradigma 3 (1950-1970) adalah paradigma Administrasi Negara sebagai Ilmu Politik
Dalam konteks ini, admnistrasi Negara bukanya value free, tapi justru selalu dipengaruhi oleh nilai-nilai tertentu. Disini terjadi pertentangan antara value free administration dan pihak dengan anggapan value laden politics. Karena itu, John gaus secara tegas mengatakan bahwa teori administrasi sebenarnya juga teori politik. Akibatnya muncul paradigm baru yang menganggap administrasi publik sebagai ilmu politik dimana lokusnya adalah birokrasi pemerintahan, sedang fokusnya menjadi kabur karena prinsip administrasi publik. Disini ilmu politik lebih dominan dibanding administrasi public, sehingga para sarjana administrasi menjadi warganegar kelas dua.
Paradigma 4 (1956-1970) adalah Administrasi Publik sebagai Administrasi
Para sarjana administrasi public sebagai warganegara kelas dua membuat mereka mencari alternative yang lain yaitu ilmu administrasi. Pada paradigma ini administrasi Negara mencari induk baru yaitu Ilmu Administrasi.
Ilmu administrasi adalah merupakan studi gabungan teori organisasi dan ilmu manajemen. Dalam paradigma ini muncul keinginan memisahkan antara organisasi publik dengan organisasi private. Lokus ilmu administrasi Negara berada pada organisasi publik.
Paradiigma 5 (1970-sekarang) yaitu Administrasi Publik sebagai Administrasi Publik
Pada paradigm ini memilki focus dan lokus yang jelas. Fokus Administrasi Publik dalam paradigm ini adalah teori organisasi, manajemen, kebijakan public, sedangkan lokusnya adalah masalah-masalah dan kepentingan public.

C.    RUANG LINGKUP
Ruang Lingkup Administrasi mencakup bebrapa komponen yang kemudian diistilahkan pula sebagai kesisteman dalam Administrasi. Bagian-Bagian dalam system Administarsi dapat digambarkan sebagai berikut :

1.      Simbol Persegi empat adalah Administrasi, memberikan konseptual yang berlaku secara Universal yang mengarah kepada proses kerjasama yang dilandasi dengan pemikiran rasional.
2.      Simbol Lingkaran Pertama (1) adalah Organisasi. Organisasi berfungsi untuk memberikan tata hubungan kerja dan pembagian kerja sehingga makna keteraturan dalam kerjasama dapat dilaksanakan.
3.      Simbol Lingkaran Kedua (2) adalah Manajemen. Manajemen merupakan Proses Pemanfaatan Sumber daya Manusia dan Sumber daya lainnya (5 M + Teknologi) secara Efektif dan Efisien untuk mencapai suatu tujuan.
4.      Simbol Lingkaran Ketiga (3) adalah kepemimpinan/Pengambilan Keputusan. Berfungsi untuk mengarahkan manusia dengan cara mempengaruhi untuk melakukan kerjasama sehingga terlaksana kepercayaaan antara satu dengan yang lainnya.
5.      Simbol Lingkaran Keempat (4) adalah Hubungan Manusia (Komunikasi). Aktifitas Administrasi akan mengalami hambatan dan kelancaran sangat tergantung pada tata hubungan manusia yang terjadi dalam organisasi.
6.      Simbol Lingkaran Kelima (5) Perilkau Manusia. Perilaku Manusia pun sangat mempengaruhi kinerja dalam organisasi (Efektifitas dan Efisiensi).

D.    FENOMENA dan NOMENA ADMINISTRASI
Fenomena yang terjadi hingga saat ini, bahwa sebagian besar orang memandang kegiatan administrasi sebagai kegiatan surat menyurat, kearsipan, tata usaha dan sebagainya. Namun hal tersebut merupakan hal yang sangat keliru atau tidak benar adannya. Hal ini bermula ketika sebagian besar orang dalam menerjemahkan administrasi masih mengikut pada pandangan Eropa Barat atau Eropa Kontinental (Belanda). Ketika dikaji lebih jauh ada dua pandangan mengenai Administrasi yang satu dari Belanda dan yang satunya dari Amerika. Dewasa ini, pandangan yang harusnya dianut oleh sebagian besar orang adalah pandangan dari Amerika yang dicetuskan oleh mantan Presiden Amerika Woodrow Wilson. Namun melihat berbagai Fenomena dan nomena yang terjadi, ternyata sangat miris perkembangan Administrasi di Indonesia yang salah mengartikan Administrasi itu senidri. Banyak beberapa instansi sekarang yang menyertakan ruangan/kantor Administarsi sebagai tempat untuk melakukan proses yang berhubungan dengan kegiatan mengolah kertas atau dokumen-dokumen.
Menurut Trecker (Donovan dan Jakson, 1991:10) bahwa administrasi merupakan suatu proses yang dinamis dan berkelanjutan, yang digerakkan dalam rangka mencapai tujuan dengan cara memanfaatkan secara bersama dan material melalui kordinasi dan kerjasama. Menurut mereka, kegiatan perencanaan, pengorganisasian dan kepemimpinan secara implicit termasuk dalam definisi tersebut. Adapun tugas administrasi meliputi kegiatan mengidentifikasi kebutuhan, menginterpretasi dan menggunakan tujuan organisasi sebagai tuntutan program dan pelayanan, mengamankan sumber daya keuangan, fasilitas, staff, mengembangkan program dan pelayanan, mengembangkan struktur dan prosedur organisasi, menggunakan kepemimpinan dalam pembuatan kebijakan, prinsip-prinsip operasi dan evaluasi program secara berkesinambungan.
Batasan-Batasan tersebut diatas secara langsung menepis anggapan yang ada selama ini bahwa administrasi selalu diartikan sebagai kegiatan ketatausahaan atau yang berkaitan dengan pekerjaan mengatur file, membuat laporan administrative ke pihak atasan, dsb.
Jadi salah ketika kita masih berfikir kuno dengan mengikuti orang-orang yang tidak mengerti sama sekali tentang administrasi, maka tertinggallah keilmuan Administrasi itu sendiri dan siap-siap sarjana administrasi dijadikan orang kedua dalam segala pekerjaan.

TETAP SEMANGAT>>>>>Kejayaan dalam Kebersamaan

0 komentar:

Posting Komentar